Malam itu, 21 Juni 2006..
“ Kami mau tidur dulu, Mbak..”, kata
Sandra kepada Shanty yang masih
asyik menonton acara di televisi.
“ Tadi anakku tertidur di kamarmu..”,
kata Sandra lagi.
“ Iya.. Pergilah istirahat sana. Kasihan
si Lucky besok harus kerja lagi..”,
kata Shanty sambil tersenyum.
“ Biar anakmu tidur denganku..”,
sambung Shanty. Akhirnya Sandra
dan Lucky segera masuk ke
kamarnya.
“ Kasihan Mbak Shanty ya, Mas?”, kata
Sandra sambil memeluk Lucky.
“ Betul.. Sudah berapa lama dia pisah
ranjang dengan suaminya ?”, tanya
Lucky sambil memjamkan matanya.
“ Kalau tidak salah sih.. Sudah hampir
4 bulan, Mas ”, kata Sandra sambil
menyusupkan tangannya ke sarung
Lucky.

“ Ha?! Mas nggak pakai celana dalam
ya ?”, tanya Sandra agak kaget tapi
tangannya erat memegang kontol
Lucky.
“ Memang tidak pakai kok..”, kata
Lucky santai sambil tersenyum
menatap Sandra.
“ Jadi selama kita tadi nonton TV
bersama Mbak Shanty.. Yee nakal
ya !”, kata Sandra sambil meremas
kontol Lucky agak keras.
“ Nggak apa-apa kok.. Nggak kelihatan
ini kan?”, kata Lucky sambil
memiringkan badannya menghadap
Sandra.
“ Lagian kalau dia lihat juga.. Anggap
saja amal. ”, kata Lucky sambil
tersenyum nakal.
“ Nakal ya!”, kata Sandra sambil
melumat bibir Lucky sementara
tangannya tak henti mengocok
kontol Lucky hingga tegang.
“ Mm.. Enak sayang..”, bisik Lucky
ketika kontolnya makin cepat
dikocok.
“ Buka dulu bajunya, Mas..”, kata
Sandra sambil menghentikan
tangannya.
Lalu Sandra bangkit dari kasur dan
melepas seluruh pakaiannya. Lucky
juga ikut bangkit lalu segera
melepas pakaiannya.
“ Jangan dulu ke kasur.. Hisap dulu
dong.. ”, kata Lucky sambil mengecup
bibir Sandra lalu tangannya agak
menekan dan membimbing kepala
Sandra ke arah kontolnya. Sandra
mengerti dan menuruti kemauan
suaminya itu.
“ Ohh..”, desah Lucky terdengar ketika
mulut Sandra sudah mengulum
penuh kontolnya.
“ Mm.. Kamu memang pintar.. hh..”,
kata Lucky sambil memejamkan
matanya ketika tangan Sandra
dengan pelan mengocok kontolnya.
“ Mm..”, terdengar suara Sandra
ketika mulutnya tak henti
menghisap kontol Lucky sambil
tangannya tak henti mengocoknya.
“ Ohh.. Ennakk sayangg..”, kata Lucky
sambil memajumundurkan pantatnya
seiring hisapan mulut Sandra pada
kontolnya.
“ Gantian, Mas..”, kata Sandra setelah
menghisap kontol Lucky beberapa
lama.
Sandra lalu membaringkan tubuhnya
di kasur kemudian membuka lebar
pahanya. Tampak bulu bulu halus
tumbuh agak lebat di sekitar
memeknya.
“ Oww.. Enak sekali Mass..”, desah
Sandra dengan mata terpejam
ketika lidah Lucky mulai menjilati
belahan memeknya dari atas ke
bawah bolak-balik. Pantat Sandra
langsung bergoyang seiring rasa
nikmat yang dirasakannya.
“Ohh.. Teruss.. Ohh.”, desah Sandra
makin keras ketika jari Lucky
keluar masuk lubang memeknya
yang sangat basah sambil tetap
lidahnya menjilati kelentitnya.
Tubuh Sandra melengkung dan
menggeliat serta menggelinjang
menahan nikmat yang luar biasa..
Sampai akhirnya, serr! Serr! Serr!
Sandra mendesakkan kepala Lucky
ke memeknya ketika terasa
semburan air mani dalam memeknya
disertai rasa nikmat dan nyaman
yang amat sangat.
“ Ohh!! Ohh!!”, suara Sandra serak
keluar dari mulutnya..
“ Nikmat sekali Mass..”, desah Sandra
dengan tubuh lemas terkulai di atas
kasur.
“ Kini giliranku..”, kata Lucky
tersenyum sambil bangkit lalu
menaiki tubuh Sandra.
Mulut Lucky yang masih basah oleh
cairan memek Sandra segera
melumat bibir Sandra. Sandra
segera membalas lumatan bibir
Lucky sambil memegang kontol
Lucky dan mengarahkan ke lubang
memeknya. Bless.. Bless.. Kontol
Lucky ditekan dan dengan segera
sudah keluar masuk memek Sandra.
“ Ohh..”, kembali desah Sandra
terdengar seiring keluar masuk
kontol Lucky ke memeknya.
“ Ohh enak sekali rasanya sayang..”,
bisik Lucky ke telinga Sandra sambil
tak henti memompa kontolnya.
“ Kita enak-enakan di sini, sementara
Mbak Shanty kesepian.. ”, kata Sandra
sambil mengecup bibir Lucky.
“ Ya itu sudah nasibnya, sayang..”, kata
Lucky sambil terus merengkuh
tubuh Sandra dalam kenikmatan.
“ Ohh enakk, sayangg..”, desah Sandra
sambil menggeliat keenakan.
“ Mas suka nggak kepada Mbak
Shanty ?”, tanya Sandra di sela
persetubuhan itu.
“ Ya tentu saja suka, namanya juga
kakak sendiri.. ”, kata Lucky sambil
terus memompa kontolnya keluar
masuk.
“ Maksudku, suka secara fisik.. Lelaki
suka wanita.. ”, kata Sandra sambil
menggoyangkan pantatnya.
“ Kok kamu membicarakan orang lain
sih ?”, kata Lucky.
“Ngak apa-apa kan, Mas? Lagian itu
membuatku makin bergairah.. ”, kata
Sandra sambil mempercepat
goyangannya.
“ Benarkah?”, tanya Lucky.
“Iyaahh.. Kadang saya suka
membayangkan Mas bersetubuh
dengan wanita lain. Dan itu
membuat saya bergairah.. Nggak
marah kan, Mas ?”, tanya Sandra.
“Fantasi seperti itu boleh saja,
sayang.. ”, kata Lucky sambil mencium
dahi Sandra.
“ Ohh.. Betulkahh?”, Sandra mendesah.
“Kalau saya mau Mas membahagiakan
Mbak Shanty, mau nggak ?”, tanya
Sandra mengagetkan Lucky.
Serta merta mereka menghentikan
gerakan sambil organ kenikmatan
mereka tetap berpautan.
“ Masksud kamu apa, sayang..?”, tanya
Lucky. Sandra tidak menjawab
pertanyaan Lucky, tapi hanya
tersenyum lalu mengecup bibir
Lucky.
“ Mbak Shanty adalah orang yang
paling saya sayang, dan saya ingin
dia mendapatkan yang terbaik.. ”,
kata Sandra.
“ Saya ingin bisa memberikan yang
terbaik buat dia.. ”, lanjut Sandra.
“Mas adalah yang terbaik buat
saya.. ”, kata Sandra sambil
tersenyum.
“ Saya rela membagi hal terbaik yang
saya punya dengan Mbak Shanty.. ”,
kata Sandra lagi.
“ Mas ngerti kan maksud saya?”,
Sandra sambil kembali menggoyang
pantatnya.
“ Mas ngerti.. Tapi apakah kamu
benar-benar.. ”, ucapan Lucky
terputus karena Sandra keburu
melumat bibirnya.
Kembali mereka bersetubuh
melanjutkan yang terhenti tadi.
“ Saya benar-benar ingin Mas
membahagiakan Mbak Shanty.. Juga
itu membuat saya makin bergairah..”,
kata Sandra sambil menggoyang
pantatnya lebih cepat.
“ Baiklah.. Ohh.. Ohh..”, desah Lucky
sambil mempercepat gerakannya.
“ Aku mau keluarr sayangg..”, kata
Lucky sambil mendesakkan kontolnya
makin dalam ke memek Sandra.
Crott! Croott! Croott! Air mani
Lucky menyembur banyak di dalam
memek Sandra.
“ Ohh.. Enak sekali sayang..”, kata
Lucky sambil mengecup bibir Sandra.
“ Mas mau kan memenuhi permintaan
saya.. ?”, tanya Sandra manja.
“Iya.. Baiklah..”, kata Lucky sambil
tersenyum.
“ Terima kasih. Sering saya
membayangkan Mas menyetubuhi
Mbak Shanty.. ”, bisik Sandra. Dan
mereka pun kembali saling
berpagutan tanpa melepas kontol
dan memek mereka yang masih
bertautan.
*****
Suatu pagi..
“Mas, Mbak Shanty.. Saya akan ke
pasar dengan si kecil.., ada mau
titip tidak ?”, kata Sandra kepada
mereka berdua.
“ Aku ikut, San..”, kata Shanty.
“Nggak usah, Mbak.., saya mau ke
rumah ibu Heru dulu soalnya ”, kata
Sandra berdalih.
“ Ya sudah kalau begitu..”, kata Shanty.
Akhirnya Sandra dan anaknya segera
meninggalkan rumah. Tinggal Lucky
dan Shanty berdua.
“ Tidak ke kantor, Luck?”, tanya
Shanty.
“ Saya sudah ijin untuk datang agak
siang, Mbak.. ”, jawab Lucky sambil
mendekati dan duduk di samping
Shanty.
“ Ada satu hal yang ingin saya
tanyakan, Mbak.. ”, kata Lucky.
“Apa itu?”, tanya Shanty sambil
menatap mata Lucky.
“ Bagaimana urusan Mbak dengan Mas
Rudy? Saya kasihan kepada Mbak.. ”,
kata Lucky.
“ Nggak tahulah, Luck.. Kita lihat saja
nanti.. ”, kata Shanty sambil
menyenderkan tubuhnya di kursi.
“ Mbak putus asa?”, tanya Lucky
sambil tangannya mencoba
memegang tangan Shanty.
Shanty hanya diam ketika Lucky
menggenggam tangannya. Hanya air
mata yang terlihat menetes di
sudut matanya.
“Aku tidak ingin hidup lebih lama lagi..”,
kata Sandra sambil terisak.
“ Saya mengerti bagaimana perasaan
Mbak.. ”, kata Lucky air mata Shanty
makin deras membasahi pipinya..
“ Boleh aku pinjam bahumu, Luck? Aku
nggak tahan.. ”, kata Shanty.
Lucky mengangguk. Dan Shanty
segera merebahkan kepalanya di
bahu Lucky dan menangis terisak.
Lucky mengusap-ngusap rambut dan
punggung Shanty untuk
menenangkannya.
“Sudahlah, Mbak.. Mbak masih punya
kami.. ”, kata Lucky sambil melepas
rangkulan Shanty dan menatap
matanya.
“ Kami sayang Mbak.. Saya sayang
Mbak.. ”, kata Lucky.
“Benarkah?”, tanya Shanty sambil
meyeka air matanya. Lucky tak
menjawab hanya mengangguk sambil
menatap mata Shanty.
Lama mereka saling bertatapan. Ada
rasa tak menentu ketika Shanty
menatap mata Lucky. Apalagi ketika
Lucky sedikit demi sedikit
mendekatkan wajahnya hingga
hampir bersentuhan. Shanty tak
bisa berkata apa-apa ketika terasa
ada rasa hangat dan nyaman ketika
bibir Lucky menyentuh bibirnya.
Ketika Lucky mengecup bibirnya,
Shanty hanya bisa terpejam
merasakan rasa nyaman dan rasa
berdesir di hatinya.
“ Mmhh..”, hanya itu yang keluar dari
mulut Shanty ketika Lucky mulai
melumat bibirnya.
“ Luck.. Jangan.. Mmhh..”, kata Shanty
ingin menolak tapi gairahnya telah
mulai naik. Lucky tak menjawab,
tapi makin hangta melumat bibir
Shanty.
“ Mmhh..”, Shanty mendesah dan mulai
terbawa aliran gairahnya yang
bangkit perlahan.
Dibalasnya ciuman Lucky dengan
panas dan liar. Sebagai wanita yang
telah lama tidak merasakan
kehangatan sentuhan laki-laki,
perlakuan Lucky membuat Shanty
bergairah tinggi dan mulai
melupakan kesedihannya saat itu.
“ Luck.. Aku.. Aku.. Ohh..”, suara Shanty
terputus putus serak ketika tangan
Lucky mulai menggerayangi bagian
depan baju dasternya. Dua gumpalan
empuk di dada Shanty diremas
perlahan oleh Lucky sambil tetap
berciuman.
“Mbak, kita pindah ke kamar..”, ajak
Lucky sambil menarik tangan
Shanty.
“ Tapi.. Tapi.. Bagaimana dengan
Sandra ?”, tanya Shanty ragu.
“Saya bisa menyayangi Mbak seperti
ini karena Sandra sayang kepada
Mbak.. ”, kata Lucky sambil menarik
Shanty ke kamar.
“ Maksudnya apa, Luck..”, tanya
Shanty.
Lucky tidak langsung menjawab, tapi
langsung memeluk dan melumat bibir
Shanty. Shantypun karena sudah
terbawa gairahnya langsung
membalas pagutan Lucky. Keduanya
terus berciuman sambil melepas
pakaian masing-masing. Lucky
merebahkan tubuh telanjang Shanty
ke atas kasur.
“ Ohh.. Luckyy.. Mmhh..”, desah Shanty
keras ketika lidah dan mulut Lucky
menggigit dan menjilati buah
dadanya, apalagi ketika satu tangan
Lucky turun ke perut lalu turun
lagi ke memeknya yang sudah
sangat basah.
“Saya sayang Mbak..”, kata Lucky
sambil menatap Shanty lalu
kepalanya mulai turun ke perut lalu
turun lagi ke memek.
“ Oohh.. Ohh.. Oww.. Sshh..”, jerit lirih
Shanty sambil mata terpejam
ketika lidah Lucky liar mengoral
vagina dan clitorisnya bergantian.
Serr! Serr! Serr! Shanty merasakan
rasa nikmat yang sangat luar biasa
ketika cairan cintanya menyembur
disertai dengan geliatan dan
gelinjang tubuh ketika rasa nikmat
itu menjalar.
“ Ohh, Lucky.. Aku sudah lama tidak
merasakan hal seperti ini.. Makanya
aku keluar cepat.. ”, kata Shanty
sambil menatap Lucky yang sudah
berada di atas tubuhnya.
“ Saya akan membahagiakan Mbak..
Kapan saja Mbak mau.. ”, kata Lucky
sambil tersenyum lalu mengecup
bibir Shanty.
“ Tapi.. Sandra..”, tanya Shanty.
“Sandra sangat sayang pada Mbak..”,
kata Lucky sambil mengarahkan
kontolnya ke lubang memek Shanty.
Shanty meraih kontol Lucky dan
membimbing ke lubang memeknya.
Tak lama Lucky sudah turun naik
memompa kontolnya di lubang
memek Shanty.
“ Ohh.. Mhh..”, desah Lucky dengan
mata terpejam sambil memeluk
Shanty.
“ Ohh.. Enak sekaliihh.. Ohh..”, desah
Shanty sambil menggoyangkan
pinggulnya cepat.
Setelah beberapa lama, serr! Serr!
Serr! Kembali Shanty menyemburkan
spermanya disertai jeritan
kenikmatan dari mulutnya.
“Nikmat sekali.. Ohh..”, bisik Shanty
dengan tubuh lunglai.
“ Tengkurap, Mbak..”, pinta Lucky
sambil mencabut kontolnya.
Shanty menuruti permintaan Lucky
tersebut. Shanty membalikkan
badannya tanpa menungging, lalu
melebarkan kakinya agar kontol
Lucky bisa mudah masuk lubang
memeknya. Bless..! Lucky
mengarahkan kontol ke vagina
Shanty dari belakang lalu menekan
dan akhirnya kontol Lucky leluasa
keluar masuk. Mata Lucky terpejam
merasakan kenikmatan memompa
kontolnya di memek Shanty sambil
memegangi bongkahan pantat
Shanty yang bulat padat.
“ Ohh.. Saya mau keluarrhh..”, kata
Lucky serak.
“ Jangan dikeluarkan di dalam, Luck..
Aku nggak KB.. ”, kata Shanty cepat.
Lucky makin mempercepat pompaan
kontolnya lalu dengan segera
mengeluarkan kontolnya kemudian
digesek-gesekkan di belahan pantat
Shanty, sampai.. Croott! Croott!
Croott! Air mani Lucky menyembur
banyak dan jauh hingga punggung
Shanty.
“ Ohh.. Enak sekali, Mbak..”, kata Lucky
sambil berbaring di samping tubuh
Shanty yang masih tengkurap
berlumuran air mani Lucky di
punggung dan pantatnya.
“ Apakah ini akan menjadi masalah,
Luck ?”, tanya Shanty.
“Tidak akan, Mbak.. Percaya kepada
kata-kata saya.. ”, kata Lucky sambil
tersenyum lalu mengecup bibir
Shanty.